0

Billing Hostpot (support mickrotik)

Blank'Cs Kamis, 14 April 2011

Billing Hotspot adalah software billing untuk manajemen dan menghitung tarif pemakaian koneksi internet pada jaringan komputer wi-fi atau wireless baik berdasarkan waktu (time-based) maupun berdasarkan kuota (volume-based) dengan sistem prabayar (pre-paid) maupun pasca bayar (post-paid). Billing Hotspot merupakan Wi-Fi Billing sangat tepat untuk diterapkan pada jaringan Wi-Fi Hotel, Vila, Apartemen, Kampus, Restoran, Cafe, Warnet, Game Center, RTRW-Net, Mini ISP, Kos-kosan dan Komunitas Pengguna Internet lainnya.
Didasarkan pada Standard 802.11x dengan berbagai metode EAP Security. Billing Hotspot memiliki kompatibelitas dengan berbagai jenis hardware WLAN dan teknologi akses internet. Hal ini memungkinkan operator Hotspot dan Wi-Fi untuk membuat dan memodifikasi service secara cepat dengan biaya operasional yang rendah. Dengan demikian secara efektif bisa mengurangi managemen biaya yang relatif mahal. Billing Hotspot menerapkan sistem AAA (Authentication, Authorization and Accounting) yang di sediakan build-in oleh Radius server.
Billing Hotspot juga menyediakan lengkap dan manajemen bandwidth yang memungkinkan untuk membuat secara mudah paket sistem prepaid dan postpaid serta membuat voucher secara cepat disebut voucher generator. Di lengkapi dengan kemampuan manajemen jaringan secara efektif, sistem keamanan yang tinggi dan build-in firewall.Kenapa Harus Billing Hotspot ?
- Installasi yang mudah dan cepat (settingless)
- Multi bahasa yaitu Inggris, Indonesia dan bisa anda buat sendiri
- Multi tarif yaitu bisa time-based dan volume-based maupun Prepaid dan Postpaid
- Tarif bisa di setting jam tertentu saja, sangat cocok untuk perkantoran
- Manajemen user secara bertingkat, misal admin, sales, operator, dll
- Membuat voucher perdana secara massal disebut voucher generator
- Membuat voucher refill secara massal disebut refill generator
- Isi ulang voucher atau refill voucher bisa dari user dan server
- Bisa di remote dari manapun baik lokal intranet maupun internet
- Bisa di integrasikan dengan Mikrotik Router OS
- Bisa di integrasikan dengan Software Hotel PowerPro
- Bisa di integrasikan dengan Datacom + Software Hotel Fidelio
- Support DHCP dan static routing
- Support NAS List : Mikrotik maupun Chillispot
Keuntungan menggunakan Billing Hotspot
- Tanpa installasi dan setting apapun di user (plug & play)
- Harga yang relatif murah karena dijalankan pada open source
- Kompatibel dengan semua Distro Linux
- Billing berdasarkan pengaturan bandwidth, sangat cocok untuk RTRW-Net
- Sebagai media promosi bisnis anda dan sekitarnya yaitu e-iklan
- Tidak tergantung pada sistem hardware tertentu
- Free install untuk pertama kali (via remote)
Download :
Versi 4.2.080526 Final
http://rapidshare.com/files/144323120/TrueCafe_4.2.080526_Final.rar Versi 4.3.080814
http://rapidshare.com/files/144067291/TrueCafe.4.3.080814.zip [Via http://theoncom.wordpress.com

sumber :http://buy-aboutdownload.blogspot.com/2010/02/billing-hotspot.html
0

Setting Billing Hotspot Integrasi Router Mikrotik

Blank'Cs Rabu, 13 April 2011
Setting Billing Hotspot integrasi Router Mikrotik sangatlah mudah, setalah install mikrotik dengan benar, jalankan aplikasi “Winbox Loader” sehingga anda bisa mengkonfigurasi Mikrotik Router dari Desktop Windows secara mudah dan cepat tanpa harus menghafal command line Mikrotik. Setelah klik dua kali aplikasi Winbox maka akan muncul tampilan sebagai berikut :

winbox
Setelah itu klik tanda maka akan muncul MAC Address Mikrotik yang sedang aktif dalam hal ini klik dua kali Mac Address 00:0B:CD:64:D9:22 dan isikan user admin dan password secara default adalah kosong kemudian klik “Connect”
Login Winbox
IP ==> Address List
Klik tanda plus |+| kemudian pada “Address” kemudian isikan nomor IP yang diinginkan misal 192.168.1.110/24 (slash 24 artinya nanti secara otomatis akan mengisi Network dan Broadcast). Kemudian pada “Interface” pilih ether1 dimana ether1 yang akan terhubung dengan Modem/ISP.
IP Mikrotik
IP ==> Route List
Klik tanda plus |+| kemudian pada “Gateway” isikan IP Gateway anda, misal 192.168.1.1 Kemudian klik “OK”
Gateway Mikrotik
New Terminal
Maka akan muncul tampilan konsole sebagai berikut dan kemudian lakukan ping ke Gateway Internet anda, ketikkan ping 192.168.1.1 Jika berhasil maka akan tampilan seperti gambar di bawah ini dan itu artinya jaringan dari Mikrotik ke Gateway/Modem telah terhubung dengan normal.
Ping Gateway
Interface ==> Interface List
Ini adalah untuk melihat interface atau Ethernet card yang mana sedang aktif (konek ke jaringan) yaitu pada posisi “Tx” dan “Rx” maka akan muncul trafik xxx bps. Dalam hal ini adalah ether1 sedang terhubung dengan jaringan LAN
Interface Mikrotik
IP ==> DNS
Kemudian klik “Setting” pada “Primary DNS” isikan DNS1 misal 202.134.1.10 dan pada “Secondary DNS” isikan DNS2 misal 202.134.0.155 dan jika setelah klik “OK”
DNS Mikrotik
New Terminal
Lakukan testing ping keluar yaitu ke internet misal ke google.com dengan mengetikkan perintah ping google.com jika hasil seperti di bawah ini maka koneksi internet anda sudah konek.
Ping Internet
IP ==> Hotspot ==> Hotspot Setup
Pada “Hotspot Interface” pilih ether yang mana yang ingin di jadikan untuk hotspot, dalam hal ini adalah ether3 dan jika ada wireless antena anda pilih wireless. Kemudian klik “Next”
Setup Hotspot
Pada “Local Address of Network” adalah Gateway Hotspot anda, kemudian klik “Next”
Hotspot Gateway
Pada “Address Pool of Network” adalah Range IP DHCP yang nantinya di berikan ke user hotspot. Anda bisa tentukan berapa range IP inginkan dalam hal ini adalah dari 10.5.50.2 s/d 10.5.50.254 kemudian klik “Next”
DHCP Hotspot
Pada “Select Certificate” pilih “none” kemudian klik “Next”
SSL Hotspot
Pada “IP Address of SMTP Server” biarkan kosong kemudian klik “Next”
SMTP Mikrotik
Pada “DNS Servers” sudah terisi DNS anda dengan benar dan langsung aja klik “Next”
DNS Server
Pada “DNS Name” biarkan saja kosong kemudian klik “Next”
Hotspot Name
Kemudian langsung saja klik “Next”
Hotspot User
Setelah selesai maka akan muncul kotak dialog sebagai berikut kemudian klik “OK”
Mikrotik Hotspot Done
Kemudian lanjutkan dengan konfigurasi Hotspot Mikrotik agar terkoneksi dengan software Billing Hotspot sebaik berikut :
IP ==> Hotspot ==> Server Profiles ==> hsprof1 (klik 2x)
Dari tab “General” pindah ke tab “Login” kemudian hilangkan tanda centang (uncheck) pada “Cookies” kemudian klik “Apply”
Hotspot Authentication
Kemudian pindah ke tab “Radius” dan hilangkan tanda centang (uncheck) pada “Use RADIUS” kemudian klik “Apply” lalu klik “OK”
Hotspot Radius
Radius
Klik tanda plus |+| dan pada tab General beri tanda centang pada service hotspot kemudian pada “Address” isikan IP Address radius server Billing Hotspot (PC Linux) dan “Secret” isikan secret id misal 123457890 sesuai yang anda isikan di Linux, kemudian jika selesai klik “OK”
Radius Secret
Agar Halaman Login User Hotspot muncul halaman login Billing Hotspot seperti gambar di bawah ini
Login Page Billing Hotspot
IP ==> Hotspot ==> Walled Garden
Klik tanda plus |+| dan pada posisi “Action = allow” pilih “Dst. Address” isikan nomer IP server Billing Hotspot, misal 192.168.1.10 kemudian klik “OK”
Walled Garden
Jika selesai lakukan upload file ke dalam mikrotik yang udah di konfigurasi oleh Team software Billing Hotspot
Langkah selanjutnya agar Billing Hotspot terintegrasi dengan Router Mikrotik, anda harus login dulu ke Billing Hotspot Manager. Masukkan username, password dan Security Code dengan benar seperti berikut ini.
Login Manger Hotspot
Setelah berhasil masuk ke Billing Hotspot Manager, masuk Menu Preference ==> Setting Service ==> Pilih /var/www/html/config.client.php kemudian klik “Edit” dan jika selesai klik “Save”
$ipServer=”192.168.1.2”; ==> isikan nomor IP Server Billing Hotspot
$ipMikrotik=”192.168.1.10”; ==> isikan nomor IP Router Mikrotik
$userMikrotik=”admin”; ==> isikan nama user Router Mikrotik
$passMikrotik=”admin”; ==> isikan password Router Mikrotik
Config Billing Hotspot
Bila tidak bisa di simpan masuk ke Konsole sebagai root di Linux dan ketikkan perintah chmod 775 /var/www/html/config.client.php
Masuk Preference ==> Setting Service ==> Pilih /etc/raddb/clients.conf kemudian klik “Edit” tarik scroll ke baris paling bawah kemudian tambahkan empat baris perintah sebagai berikut dan jika selesai klik “Save”
client 192.168.1.2 ==> isikan dengan nomor IP Router Mikrotik
secret=123457890 ==> isikan secret sesuai di RADIUS Mikrotik
shortname=mikrotik ==> isikan dengan nama label ‘mikrotik’
Client Mikrotik
Masuk Preference ==> Setting Service ==> Pilih /etc/raddb/naslist kemudian klik “Edit”
Naslist Mikrotik
Bila tidak bisa di simpan masuk ke Konsole sebagai root di Linux dan ketikkan perintah chmod 775 /etc/raddb/naslist

Sumber : http://www.kotainternet.com/setting-billing-hotspot-integrasi-router-mikrotik.html
2

Mengembalikan Grub Loader Yang Hilang Setelah Install Ulang Windows di Ubuntu Linux

Blank'Cs Minggu, 03 April 2011
Hai Jumpa Lagi dengan bosgentongs, Kali ini ada temen sya yang baru saja menginstal ulang windows di lapynta dan ternyata dia juga mempunyai banyak aplikasi2 di ubuntunya, dan setelah instal ulang ternyata grub ubuntunya error. Lho kenapa kog hilang??? Yach mungkin tertimpa oleh OS yang baru yaitu windows. Lalu gimana donk mengembalikan grub ubuntunya??? Waduh setelah tanya sana sini nich aku dapatkan solusinya. Mungkin bagi yang kebetulan mempunyai masalah yang sama kayak di atas Langsung aja bro pakek tutorial ini…. Di sini saya sediakan beberapa cara silahkan pilih yang mudah mana sesuka hati dech lha wong hasilnya sama saja kwkwkwkkkk Oke dech gak usah basa basi langsung aja ya… :)

====CARA PERTAMA====
booting pake live cd..atau live usb trus pilih try ubuntu. Kemuduan Buka Consolenya dan ketikan perintah di bawah untuk masuk ke User Root
Cari melihat dan mengecek partisi ubuntu dengan perintah :
$ sudo fdisk –l


Nah Disini kita bisa langsung membedakan partisinya Kalo windus biasanya filesystem nya NTFS Atau FAT32, dari sini aja kita udah Bisa ngebedain Partisi mana Yang di installin ubuntu. Pada gambar diatas, partisi linux berada pada /dev/sda6. Buat directory untuk memanipulasi ubuntu anda dengan perintah :
$ mkdir /media/sda6


Langkah selanjutnya, mount /dev/sda6 pada directory /media/sda6 dengan perintah :
$ mount /dev/sda6 /media/sda6
Jika sudah berhasil mount directory tersebut, lalu install grub dengan perintah :
$ grub-install –root-directory=/media/sda6 /dev/sda
Jika semua langkah sudah benar,
pesan “finished and no error reported” maka…kemudian
Reboot ubuntu anda, maka secara otomatis grub langsung masuk ke ubuntu dan sekarang anda tidak dapat mengakses windows, Lho bagaimana agar dapat masuk ke windows kembali??? setelah masuk ke ubuntu. buka terminal dan login sebagai root dan update grub :
$ sudo su
$ update-grub

====Cara Kedua====
Masih hampir sama dengan di atas yaitu dengan dengan cara menggunakan CD Live Linux atau FD Bootable Linux, misalkan ubuntu versi desktop, knoppix, dll. Setelah linux live cd/FD sudah running, selanjutnya buka terminal, sebagai root ketik command grub;
$ sudo su
untuk mengetahui partisi apa saja yang ada;
grub> geometry (hd0);
maka akan muncul sbb:
drive 0×80: C/H/S = 9729/255/63, The number of sectors = 156301488, /dev/sda
Partition num: 0, Filesystem type unknown, partition type 0×7
Partition num: 4, Filesystem type unknown, partition type 0×7
Partition num: 5, Filesystem type unknown, partition type 0×7
Partition num: 6, Filesystem type unknown, partition type 0×82
Partition num: 7, Filesystem type is ext2fs, partition type 0×83
Pada partisi diatas terlihat bahwa partisi nomor 7 yang menggunakan linux, lalu ketik:
grub> root (hd0,7);
untuk menjadikan GRUB Loader-nya berada di MBR, ketik;
grub> setup (hd0);
Maka akan muncul seperti ini:
Checking if “/boot/grub/stage1? exists… yes
Checking if “/boot/grub/stage2? exists… yes
Checking if “/boot/grub/e2fs_stage1_5? exists… yes
Running “embed /boot/grub/e2fs_stage1_5 (hd0)”… 17 sectors are embedded.
succeeded
Running “install /boot/grub/stage1 (hd0) (hd0)1+17 p (hd0,7)/boot/grub/stage2
/boot/grub/menu.lst”… succeeded
Done.
Begitulah salah satu cara untuk mengembalikan GRUB Loader Linux yang hilang karena terhapus saat install Window$ Tapi eeitss Windowsnya MBR akan hilang so perlu ditambahkan ke grub loadernya bagaimana caranya??? Gampang
setelah masuk ke ubuntu. buka terminal dan login sebagai root dan update grub :
$ sudo su
$ update-grub
Selesai dech….
====CARA KETIGA====

1. Boot dengan Ubuntu Live CD;
2. Buka Terminal;
3. Cek Partisi Hardisk kemudian Masuk ke Grub dengan perintah:
sudo fdisk –l (akan terlihat partisi apa saja yang terinstal)
sudo grub
4. Cari dimana Grub
find /boot/grub/stage1
hasilnya pada kasus saya adalah (hd0,5) artinya Ubuntu berada pada hardisk 1 dan partisi 6, karena perhitungan dimulai dari 0.
5. Selanjutnya ketik command berikut:
root (hd0,5)
6. Perbaiki Grub dengan perintah:
setup (hd0)
7. Keluar dari Grub Command
quit
Kalo ada kesulitan jangan malu bertanya ntar tersesat di jalan kuburan heheheee…
0

Memfungsikan Tombol Super (gambar windows) di ubuntu Untuk membuka start menu

Blank'Cs
Tombol Super yaitu sebuah tombol keyboard bergambar windows pada bagian atasnya & tersedia di hampir semua jenis keyboard laptop/pc kecuali Mac. Entah bagaimana sebabnya bisa ada tombol bergambar windows di keyboard yang pasti tombol tersebut jarang digunakan karena fungsinya yang membingungkan. Tombol Super tersebut juga ada di keyboard Acer 4620Z saya, kebanyakan nganggur. Oleh karena itu saya pikir harus menggali potensi tombol tersebut agar fungsional.
Plus
Suatu ketika saat saya main ke sebuah web , saya membaca artikel tentang cara untuk membuat tombol Super tersebut menjadi start menu. Maksudnya yaitu kita bisa memunculkan Start menu Ubuntu GNOME dengan menekan tombol Super. Cara ini membuat simpel pemanggilan Start Menu dengan satu tombol :D , oleh karena itu cara ini pantas untuk dicoba bagi yang ingin tombol windowsnya tidak nganggur & ingin yang simpel-simpel.
Cara ini hanya berlaku pada Blankon/Ubuntu GNOME & distro lain yang menggunakan GNOME
- buka editor konfigurasi dengan cara tekan tombol run ( alt+F2) lalu ketik gconf-editor lalu enter. Akan muncul jendela editor konfigurasinya

- lihat panel sebelah kiri dari gconf-editornya, klik pada tab apps>metacity>global_keybindings. Kemudian lihat panel sebelah kanan & klik pada panel_main_menu. Secara default panel_main_menunya memiliki konfigurasi Alt+F1, untuk membuat tombol windows memanggil start menu maka ubahlah valuenya menjadi Super_L dengan cara klik ganda pada panel_main_menu. Setelah valuenya diganti lalu enter, silahkan coba tekan tombol windowsnya untuk test ride :D .
Oh iya, dengan diganti value pada panel_main_menu maka tombol alt+F1 tak bisa lagi untuk memanggil start menu. Untuk mengembalikan settingan ke awalnya caranya sama & diganti pada valuenya tadi.
0

Memperbaiki Masalah Video Youtube Freeze Saat Fullscreen

Blank'Cs Sabtu, 02 April 2011
Valkaama is an Open Source movie. More information can be found on www.valkaama.com
Saat kita memutar video YouTube secara fullscreen di Ubuntu 10.10, terkadang video kita mengalami freeze atau hang. Masalah ini sudah ada sejak lama. Akhirnya masalah tersebut bisa diatasi.



Cara Pertama

1. Buka browser lalu pergi ke YouTube.com dan jalankan videonya.

Klik Kanan dan pilih Setting

2. Klik kanan videonya dan pilih setting

Jangan centang opsi "enable hardware acceleration"

3. Pada popup buang centang "enable hardware acceleration" lalu tutup.
4. Restart browser dan jalankan video secara full screen.

Cara Kedua

Alternatif cara kedua adalah melalui terminal. Buka terminal dan lakukan perintah berikut:

sudo mkdir /etc/adobe
echo "OverrideGPUValidation=true" >~/mms.cfg
sudo mv ~/mms.cfg /etc/adobe/

Kemudian restart browser dan jalankan video secara full screen.

Cara Ketiga

Alternatif cara ketiga, bila menggunakan Firefox install add ons FlashVideoReplacer. Ini akan menggantikan flash player dengan movie player.

Bila masih ada kendala, bisa membacanya di : Ubuntu Forum

0

Situs Hazk.Web.Id

Blank'Cs Minggu, 13 Maret 2011
Hakz


Ya! Buat kamu yang belum pernah mencoba menggunakan sistem operasi yang identik dengan logo pinguin ini, ada baiknya untuk tidak mencoba memakainya! Loh? Kenapa? Berikut beberapa alasan untuk tidak menggunakan Linux.

1. Linux itu susah! Iya itu faktanya. Linux itu susah! Bener-bener susah! Sekali kamu coba memakainya maka akan sulit bagi kamu untuk tidak mengulangi untuk memakainya lagi. Linux bagai candu yang akan membuat pemakainya betah berlama-lama berinteraksi dengannya, dan seringkali memberikan pertanyaan-pertanyaan yang unik dan menarik.

2. Linux itu mainan para hacker! Buat yang merasa dirinya bukan hacker, sangat disarankan untuk tidak memakai Linux. Mengapa? Iya, karena Linux akan membuat kamu mandiri.

Hmmm… mandiri? Contohnya?

Di Linux, kamu akan menemukan banyak hal baru dan menarik. Kamu akan terus mencoba dan mencoba. Sedikit demi sedikit ‘hack‘ pada sistem operasi ini akan kamu lakukan.

Hack? Iya, hack! Terdengar keren dan begitu geek, bukan? Semua itu legal untuk dilakukan di Linux, karena source codenya dengan mudah dapat kamu peroleh, kamu modifikasi, ubah sana, ubah sini, dan menyebarkannya ulang dengan bebas pula, selama tidak keluar dari ruang lingkup General Public License.

3. Linux itu merugikan! Pihak-pihak yang mendukung konsep proprietary software tentulah akan merasa dirugikan. Mengapa? Karena bila semakin banyak pengguna Linux (dan open source) tentu lahan bisnis mereka akan semakin tergerus terus dan terus.

Tapi, tidak hanya kerugian dari segi finansial saja yang akan mereka dapat. Melainkan juga ada banyak keuntungan yang akan mereka peroleh, meskipun tidak mereka rasakan secara langsung. Contohnya? Karena software open source tersedia source codenya dengan bebas, maka pengembang software proprietary pun dapat ‘mengintip’ dan ‘mencomot’ beberapa bagian software yang mereka anggap menarik untuk kemudian diintegrasikan ke dalam software komersial mereka.

Duh, contohnya masih kurang nih! Oke… oke… Kita ambil contoh Sun Microsystems dengan software office suite mereka yang ternama, OpenOffice dan StarOffice. Hmmm… ada apa dengan OpenOffice dan StarOffice? Sungguh menarik melihat fenomena yang terjadi di sini. OpenOffice dibangun berdasarkan source code StarOffice, lisensi yang disematkan ke OpenOffice ini bersifat open source yang dikembangkan secara gotong royong dengan komunitas yang tersebar di seantero benua di muka bumi ini. Dari hasil pengembangan OpenOffice, Sun Microsystems kemudian mengambil beberapa bagian kodenya untuk kemudian diintegrasikan ke StarOffice dengan ditambahkan beberapa ‘hasil keringat’ ‘orang dalam’ Sun Microsystems. Lisensi StarOffice sendiri bersifat proprietary. Sebuah hubungan timbal balik yang unik dan saling menguntungkan, bukan?

4. Linux itu jelek dan tidak menarik Pernyataan itu tidak salah, namun tidak juga benar. Bila kita melihat Linux secara parsial, yakni hanya kernel/intinya saja tentu pernyataan itu dapat dibenarkan. Apa sih yang bisa dilakukan oleh ’seonggok’ kernel? Dan meskipun kernel itu bisa dipakai, apa sih yang menarik dari tampilan command line based dengan background hitam dan teks putih saja?

Namun bila kita melihat Linux secara keseluruhan sebagai satu kesatuan sistem operasi yang komplit, dengan desktop environment dan lingkungan kerja berbasis GUI (Graphical User Interface) yang indah, kemungkinan kamu akan membantah pernyataan itu. Kasih contoh dong! Oke, mari kita tilik sejenak desktop GNOME atau KDE (atau yang lainnya) dengan Compiz enabled dan setting animasi desktop yang maksimal, saya yakin kamu akan takjub melihat keindahannya. Tidak percaya? Silakan berkunjung ke YouTube dan masukkan kata kunci pencarian “compiz desktop”, tonton salah satu video demonstrasinya.

5. Linux itu membingungkan Amat sangat membingungkan! Itulah perasaan yang akan kamu temui saat pertama kali menatap ‘wajah’ Tux si pinguin ini. Bingung mau memakai distribusi Linux apa, bingung mau pakai software yang mana, bingung untuk menginstal aplikasi apa diantara sekian banyak aplikasi, bingung untuk memilih desktop environment (GNOME, KDE, Xfce, dsb), dan banyak kebingungan-kebingungan lain yang mungkin akan kamu jumpai.

Semua itu wajar. Di dunia Linux dan open source, freedom is the will. Saking beragamnya kebebasan yang ditawarkan, maka tidaklah mengherankan bila perkembangan Linux dan software open source pada umumnya dapat dibilang pesat.

Belum lagi ditambah dengan kebingungan mau bertanya kepada siapa bila nantinya kamu menemui kendala yang serius dikarenakan saking banyaknya LUG (Linux User Group) baik yang bertaraf lokal maupun internasional yang siap membantu menyelesaikan masalah yang kamu temui.

6. Linux itu mahal Benar sekali! Linux itu mahal! Karena kamu ‘kemungkinan’ akan mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk mendapatkannya. Iya! Semahal satu dua keping CD/DVD blank untuk ‘membakar’ salinan/ISOnya.

Juga untuk membayar koneksi internet (bila ada) atau CD/DVD repository (paket software dalam CD/DVD). Kita ambil contoh DVD repository Ubuntu yang dijual di berbagai toko online, harganya berkisar antara 50.000 s.d 100.000 rupiah! Dudududu… mahal sekali…

Setuju! Mahal sekali biaya yang harus dikeluarkan demi mendapatkan tambahan paket software free dan open source berkualitas yang super lengkap dan super banyak! Coba bandingkan dengan harga satu lisensi sistem operasi proprietary yang harganya berkisar diatas US$ 100 atau harga lisensi untuk satu software proprietary yang harganya bervariasi mulai dari US$ 19.99 hingga ratusan dollar! Ah, jauh sekali perbedaannya. Linux memang mahal.

Ubuntu, melalui program shipitnya menawarkan pengiriman CD Ubuntu gratis ke seluruh penjuru dunia. Namun tidak sepenuhnya gratis! Melainkan mesti membayar ’semacam pajak yang entah terang atau gelap’ ke Kantor Pos, yang biayanya berkisar antara 5000 s.d 7000 rupiah. Mahalnya…

7. Linux itu membodohkan Maksudnya?

Begini, betapa ‘bodoh’nya ‘orang-orang itu’, sudah capek-capek membuat program eh… kok malah diberikan begitu saja kepada orang lain, berikut source codenya pula! Tanpa meminta imbalan apa-apa! Logis nggak sih?

Melalui tindakan yang ‘bodoh’ itu, para programmer dan mereka yang berkecimpung di dunia open source telah berkontribusi yang tidak sedikit demi kemanusiaan dan perkembangan teknologi informasi untuk masa kini dan masa yang akan datang.

Melaui ‘kebodohan’ mereka pula, perkembangan software open source akan semakin cepat karena akan ada banyak orang yang turut berpartisipasi dalam mencari bugs yang mungkin ada untuk kemudian diperbaiki dan dioptimasi serta ditingkatkan fitur-fiturnya.

8. Linux itu berdosa Ya, ‘berdosa’ kepada pengembang software proprietary karena tidak memberikan ‘pemasukan’ ke ‘kantong’ mereka dikarenakan software proprietary buatannya mendapatkan saingan dari software open source yang lebih murah, halal, dan legal dengan fitur yang tidak kalah (bahkan melebihi fitur-fitur yang ada pada software proprietary tersebut).

9. Linux itu menyedihkan Sangat menyedihkan malah, bagaimana mungkin sistem operasi dengan usia yang relatif muda ini mampu berkembang pesat seperti sekarang ini, bahkan berani menghadapi sistem operasi proprietary yang telah dikembangkan jauh sebelumnya dan memiliki pangsa pasar yang tidak sedikit di seluruh dunia.

Bila dulu, banyak pihak yang meramalkan IBM OS/2 adalah sistem operasi masa depan, namun kenyataannya sekarang sungguh berbeda, OS/2 telah ‘down’ (bila tidak ingin dikatakan ‘mati’). Mari kita lihat bagaimana perkembangan Linux beserta software-software open source lainnya beberapa tahun kedepan.

Yup, diatas adalah beberapa alasan yang cukup logis untuk tidak memakai Linux. Sekarang terserah kepada kamu, masih mau memakai Linux?

Catatan: * Tulisan diatas hanyalah sebuah pemikiran bodoh dari penulis yang hanya seorang lamer yang tidak tahu dan tidak mengerti apa-apa. Mohon maaf bila ada kata-kata yang salah dan kurang berkenan di hati para pembaca dan kepada Allah SWT penulis mohon ampun.

thx to :K4bayan (kaskus maniac)
0

Cara merekam aktifitas desktop di linux

Blank'Cs
namanya recordmydesktop.....

klo install dari konsole langsung aja jalankan dengan
$ sudo apt-get install recordmydesktop gtk-recordmydesktop
setelah terinstall nie software mesti disettingsetting tempat penyimpanan, kualitas ma laen2 terserah kamu...
Di tab Performance kita dapat menyetting kualitas video yang akan dihasilkan.
Di sini saya menyetting Frame Per Second (FPS)-nya sebesar 20.
Semakin kecil FPS-nya video yang dihasilkan semakin terlihat patah-patah.
Maksimal FPS untuk standar video biasanya 30 FPS.
output yang dihasilkan berekstensi *.ogvuntuk merubah jadi avi convert dengan ffmpeg
install di konsole dengan perintah $ sudo apt-get install ffmpeg
klo semua udah diinstall, kegiatan desktop dah direkam....untuk converternya jalankan command sbb:
$ sudo ffmpeg -i /home/hakz/out.ogv -y -sameq
/home/hakz/out.avi
wkakka, silahkan mencoba bro.....
 
Copyright 2010 Blank'Cs